Testi
Semenjak aktif di friendster rasanya sudah banyak saya membuatkan testi untuk teman-teman saya yang ada di friends. Semua testi yang terbuat tersebut, menurut saya ada artinya juga. Untuk itu, saya ingin mengoleksikannya di blog ini. Berikut testi tersebut
1. Muhammad (21/03/07):
Rasanya saya memperoleh kehormatan dengan menerima dua testi berturut-turut dari Anda. Dalam selang waktu tak begitu lama, serta-merta kata-kata yang Anda buat menghiasi profile saya. Dengan begitu, sudahlah menjadi suatu keringanan dan keriangan bagi saya untuk, semacam balasan, membuatkan balasan testi buat Anda.
Saya tak meyakini persis apa sesungguhnya kata-kata tersebut, tapi dapatlah saya mengartikannya. Kira-kira, Anda sudah mempunyai keyakinan yang teguh terhadap agama (Islam). Dan saya selalu merasa nyaman, kadang bermesraan dengan diri sendiri jika memperoleh keyakinan. Tapi belumlah terpikir dalam benak saya untuk seperti dalam kata-kata tersebut. Alasannya banyak sekali. Dan iginkah Anda mengetahui salah satunya. Saya harap mau. Salah satunya itu adalah, saat ini saya belum mau memakai candu yang seperti itu.
April 7th, 2007 at 11:35 am
wahahaha… kono. saya pikir alasannya apa… kapan-kapan boleh yah saya kutip kalimat kamu ini…
April 18th, 2007 at 9:09 am
Sepertinya anda pengagung Karl Marx. Karena Karl Marx mengatakan bahwa “Agama adalah candu masyarakat”. Kenapa Marx mengatakan perkataan seperti itu?. Karena Marx terpengaruh kondisi Eropa yang benar-benar mengerikan ketika kaum agamawan dengan para raja dan kaisar memimpin atas nama agama. Kondisi ini membuat Marx bersikap sama terhadap agama apa pun sebagaimana agama pada saat itu. Lalu menurutnya menyekini agama dapat menyia-nyiakan kehidupan dan melumpuhkan gerak masyarakat untuk melawan kezaliman dan penganiayaan.
Keyakinan ini menjerumuskan Marx pada dua kesalahan fatal, pertama Marx telah menggeneralisasi seluruh agama, baik Islam maupun diluar Islam. Padahal, kondisi ini terjadi karena agama dimasa itu dijadikan alat oleh kaum agamawan untuk mengeksploitasi masyarakat dan membius mereka untuk tidak melawan. Kedua, dalam hal ini Marx dengan jari jemarinya yang sia-sia telah memutarbalikkan fakta dan menyalahi kebeanran. Karena itu, bagaimana mungkin hal seperti ini ditunjukkan kepada agama Islam? Padahal, pengaruh Islam yang gilang-gemilang dan bercahaya itu senantiasa bersinar dimana-mana, bahkan secara khusus di Eropa sendiri.
Sadarlah wahai saudaraku, segeralah bertobat kepada Allah Swt dari ide-ide kufur seperti Sosialis dan kembali kepada Islam secara Kaffah (Masuk ke dalam Islam secara Menyeluruh).
May 7th, 2007 at 9:10 am
Setidaknya, kita belum menjadikan diri kita sebagai tuhan