Refleksi 2007
Saya tidak begitu ambil pusing, entah mengapa saya tidak terbiasa menghitung segala sesuatu dan merencanakan segala sesuatu. Tahun 2007 adalah benar tahun baru, tapi kehidupan tidak pernah terlihat berubah. Selalu itu ke itu saja yang berulang dari hari ke hari. Sebuah lingkaran yang kita termangu di sekelingnya. Berarti bukanlah garis lurus yang seperti orang bilang kebanyakan.
Tapi yang paling menyebalkan dari ungkapan, saya dengar juga Samuel mengatakannya: gak apa-apa, pengalaman. Kejadian yang disebut pengalaman itu, besoknya datang lagi, lusa datang lagi, dan begitu seterusnya. Orang bilang kita hendaknya berguru dari pengalaman. Tapi kalau sekedar untaian kata-kata jelas sekali terkesan absurd. Yang dibutuhkan itu, seru Camus, bukan filosofi tentang kehidupan, melainkan bagaimana cara menghabiskan hidup! Mungkin lebih kenanya, apa yang musti dilakukan bangun tidur, apa yang musti dilakukan habis mandi, dan seterusnya.
Berarti sungguh tak perlu tetek bengek– Kayaknya gue berubah sekarang, kayaknya gue harus begini begitu. Atau yang lebih bernada optimis: gue harus dapat ini dalam waktu dekat.
Kadangkala sebagian orang begitu enggan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tak berguna. Menurut mereka hari ini singkat, bagaimnapun waktu yang singkat itu harus dimanfaatkan seefektif mungkin. Masalahnya sekarang, apa itu yang berguna? Mati-matian menghafal catatan untuk UAS besok, terus berusaha menjalin keakraban dengan teman yang kira-kira membantu, atau membaca buku yang sedikit berat biar diri sendiri mempunyai nilai lebih dari yang lain.
Seiring waktu berlalu, saya semakin banyak melalui rintangan-rintangan yang datangnya tiba-tiba, yang tidak pernah kenal belas kasih. Dan sering pula saya menceburkan diri ke dalam kesantaian-kesantaian yang ringan. Benturan-benturan dengan beberapa individu yang sebelumya saya tidak pernah mengantungkan apa pun kepadanya tidak dapat pula dielakkan. Seperti kemilau mentari pagi yang masuk melalui tirai jendela, mengagetkan.
Tetapi asa hidup belumlah mau surut. Secepat saya membalikkan badan pagi hari, seperti itulah semuanya hilang. Dan tidak dapat disangkal, yang ada dalam pikiran berbeda sama sekali dengan yang terjadi di luar. Di sana, apa yang dipikirkan itu, ternyata baik-baik saja, tak kurang sesuatu apa pun jua.
January 11th, 2007 at 9:20 pm
semoga apa yang telah kita obrolkan pada sore hari itu, bersama salah satu kawan kita,(Audzan), menjadi misi untuk ditindaklanjuti secara konkret.
saatnya tuk meningkatkan prioritas bibit unggul di lahan perkebunan kita.
2007–? sebenernya awal tahun yang baik untuk refleksi.
namun, tergantung juga sih dengan setiap individu, apa dia memiliki inovasi atau tidak.
saya juga menyadari,bahwa hidup ini tidak perlulah yang muluk-muluk. bagaimana dengan kisah “Romeo dan Juliet” atau “Shakspear in Love”???
setelah kita analisis kasus percintaan Nabi kita, bisalah kita cari sepasang kekasih tu Jhon…hahaa…tapi yang secara logis pastinya. jadi,ambil kata, janganlah percintaan,kisah kita itu lumbungnya sama, kali banyak benturan-benturan tak diundang menghampiri kita.
sekarang,langkah awal saya sadari, bahwa tidak perlu berkelanjutan melihat ke belakang,saya dapatkan apa yang harus saya tindaklanjuti.Terima kasih yang mendalam Jhon,situ buat sini berpikir secara kompleks. Post Modern, tekhnologi,semua itu merupakan —tetek bengek.