<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: RUMAH KECIL TAPI  LUAS</title>
	<atom:link href="http://konoks.blog.friendster.com/2006/08/rumah-kecil-tapi-luas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://konoks.blog.friendster.com/2006/08/rumah-kecil-tapi-luas/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 18:30:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: reza</title>
		<link>http://konoks.blog.friendster.com/2006/08/rumah-kecil-tapi-luas/#comment-12</link>
		<dc:creator>reza</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 15:40:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://konoks.blog.friendster.com/2006/08/rumah-kecil-tapi-luas/#comment-12</guid>
		<description>cita-cita kita sama mas. luar biasa jika bisa mewujudkannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cita-cita kita sama mas. luar biasa jika bisa mewujudkannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deno</title>
		<link>http://konoks.blog.friendster.com/2006/08/rumah-kecil-tapi-luas/#comment-4</link>
		<dc:creator>deno</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2006 05:57:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://konoks.blog.friendster.com/2006/08/rumah-kecil-tapi-luas/#comment-4</guid>
		<description>Wah melihat rencana yang juga seperti cita-cita itu, atau memang benar cita-cita, saya melihat terdapat kejengahan,kejenuhan, bahkan ketakutan yang menyelubungi pikiran Bung Kono ini.Jika Bung Kono bercita-cita seperti itu berarti Bung Kono mengingkari "takdir" manusia sebagai makhluk sosial.Saya cukup mengerti dengan pikiran Bung Kono mengenai kenyataan dunia yang aneh ini.Saya pun merasakan hal yang sama tentang dunia ini.Namun, kita tak bisa lepas dari kehidupan sosial.Kita menjadi makhluk sosial karena kebutuhan.Kita butuh untuk bersosialisasi.Selain untuk memenuhi kebutuhan fisik,kita juga butuh untuk memenuhi kebutuhan psikologis,yaitu dengan jalan bersosialisasi itu tadi.
Selain itu,seperti kata si Hegelian muda,bahwa kita butuh objek material untuk mengembangkan hakikat kita sebagai manusia.Nah, salah satunya objek material itu ialah manusia lain selain kita sebagai individu.
Pemikiran yang kita miliki tidak akan ada gunanya jika tidak diterapkan pada ranah konkret,salah satunya dengan berdialog dan dialektika.
Cita-cita Bung Kono ini sangat egosentris.Hanya mementingkan dirinya sendiri dan pesimis menghadapi kehidupan di dunia.Seperti lari dari kenyataan yang memang seperti ini.Dan tidak mungkin kita lari dari kenyataan.Kita harus menghadapinya.Menurut saya, daripada kita sibuk dengan kesendirian, kontemplasi kita,sudah saatnya kita mengubah kenyataan yang tidak adil ini.Kenyataan yang tidak sesuai dengan idel-ideal kita.Kenyataan yang memang "disutradarai" oleh "yang berkuasa".
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah melihat rencana yang juga seperti cita-cita itu, atau memang benar cita-cita, saya melihat terdapat kejengahan,kejenuhan, bahkan ketakutan yang menyelubungi pikiran Bung Kono ini.Jika Bung Kono bercita-cita seperti itu berarti Bung Kono mengingkari &#8220;takdir&#8221; manusia sebagai makhluk sosial.Saya cukup mengerti dengan pikiran Bung Kono mengenai kenyataan dunia yang aneh ini.Saya pun merasakan hal yang sama tentang dunia ini.Namun, kita tak bisa lepas dari kehidupan sosial.Kita menjadi makhluk sosial karena kebutuhan.Kita butuh untuk bersosialisasi.Selain untuk memenuhi kebutuhan fisik,kita juga butuh untuk memenuhi kebutuhan psikologis,yaitu dengan jalan bersosialisasi itu tadi.<br />
Selain itu,seperti kata si Hegelian muda,bahwa kita butuh objek material untuk mengembangkan hakikat kita sebagai manusia.Nah, salah satunya objek material itu ialah manusia lain selain kita sebagai individu.<br />
Pemikiran yang kita miliki tidak akan ada gunanya jika tidak diterapkan pada ranah konkret,salah satunya dengan berdialog dan dialektika.<br />
Cita-cita Bung Kono ini sangat egosentris.Hanya mementingkan dirinya sendiri dan pesimis menghadapi kehidupan di dunia.Seperti lari dari kenyataan yang memang seperti ini.Dan tidak mungkin kita lari dari kenyataan.Kita harus menghadapinya.Menurut saya, daripada kita sibuk dengan kesendirian, kontemplasi kita,sudah saatnya kita mengubah kenyataan yang tidak adil ini.Kenyataan yang tidak sesuai dengan idel-ideal kita.Kenyataan yang memang &#8220;disutradarai&#8221; oleh &#8220;yang berkuasa&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
